Ada apa dengan aku?

Ada apa dengan aku akhir-akhir ini?
*semoga tidak ada yang berkeberatan dengan penggunaan kata “aku” saat iniĀ  :)

Akhir-akhir ini selalu bersemangat menulis, tapi lantas kalau tidak terlelap, atau idenya menguap begitu menyentuh keyboard.

Akhir-akhir ini aku merasa malas menyentuh “beberapa” social network itu. Walau ternyata memainkannya sebentar karena iseng.

Akhir-akhir ini beberapa kali menangisi diri sendiri, sedikit meratapi hidup, dan masalah yang belum kunjung terlihat jalan keluarnya.

Akhir-akhir ini sedang mengikuti emosiku yang naik turun menghadapi sesuatu. Silahkan mengatakan aku labil, tapi hey! Aku beruntung mampu merasakan emosi.

Akhir-akhir ini aku pun merasa ingin marah kepada dia, dan berkata “aku amat kesal dengan sikapmu belakangan!”

Akhir-akhir ini keracunan Christina Perri, Paper Aeroplanes, and definitely The Honey Trees. Tidak lupa, tumpukan buku-buku yang belum kubaca semua. Lengkap menemani malam-malamku yang selalu hidup oleh pikiranku.

[PS : Aku jatuh cinta pada Perri, Aeroplanes, dan Honey Trees!]

Akhirnya, akhir-akhir ini bisa kusimpulkan aku sedang mengeluhkan kebingunganku pada usiaku saat ini yang akan berkurang lagi tepat 1 tahun beberapa hari lagi. Tentang apa yang diinginkan dari aku versus apa yang kuinginkan untuk diri sendiri. [The tension of opposites]

Kepada siapapun yang membaca (kalau memang ada), maaf kalau konteks tulisanku kali ini sangat negatif karena isinya tentang keluhan dan masalah. Betapa manusia selalu mengeluh atas masalahnya, dan sepertinya yang terjadi dalam sebagian besar waktu hidupnya adalah “banyaknya masalah”. Pernah berpikir seperti itu? Sepertinya yang selalu dibahas adalah masalah dan masalah.

P R O B L E M S. (plural|jamak).

Aku pun menyadari itu, aku manusia, bukan malaikat yang ditugaskan untuk “bertakwa” (tunduk|patuh) terhadap perintahNya, bukan juga superhero yang tampak superkuat. Aku layaknya manusia lainnya, yang pernah (atau sering?) mengeluh jika ada kejadian yang tidak mengenakkan, yang masih kurang bisa bersyukur (masih belajar), yang mungkin terlihat cerdas padahal masih bodoh, yang masih menyimpan banyak harapan dan impian (DAN berharap semua tercapai dan terbaik, padahal belum tentu).

Aku bukan ahli agama, tapi setidaknya aku mempunyai “sistem hidup” yang aku pegang saat ini, orang bilang religion/agama, aku bilang itu adalah “Dien”. Dien | cara kita hidup. Nevertheless, aku selalu (ingin selalu) melibatkan Dia ke dalam hidupku, apapun itu, melihat dari sudut pandang Dia. Akan tetapi, ijinkan aku memanusiakan diri dulu untuk saat ini, tanpa mengabaikan Yang Maha Menciptakan.

Aku sedang ingin merasakan kehidupanku sekarang dan bagaimana mengisi hari-hariku kedepannya. Entah kenapa, yang acapkali aku lihat hanya masalah-masalah yang bertubi-tubi datang. Kali ini sungguh berat, terasa menyesakkan, mungkin karena apa yang aku inginkan belum juga tercapai. Aku tidak bermaksud “dagang derita” disini. Hanya ingin menumpahkan isi pikiranku, semoga bisa menjadi sesuatu di kemudian hari.

Semua keluarga bahagia dengan caranya masing-masing, dan sebuah keluarga juga tidak bahagia dengan caranya sendiri.

Begitulah aku kutip dari “Anna Karenina” karya Leo Tolstoy. Ini adalah salah satu yang masih belum terlihat jalan keluarnya. Aku melihatnya rumit, sampai-sampai aku sudah jenuh dan malas berhadapan dengan yang satu ini.

Masalahku berlanjut dengan rencana-rencanaku kedepannya, pekerjaan, cita-cita, calon pasangan, obsesi. Semuanya masih buram. Aku sudah merasa mencoba semua yang ada, memilih beberapa jalan, mencoba menjalani, tetapi yang aku harapkan belum kunjung datang. Aku tiba di titik terendah, merasa useless, kosong, dan menyerah. Aku rasa aku memang harus melewati masa-masa ini. Besarkan hatimu sendiri, dan katakan, “Hidup itu seperti roda, berputar. Kadang di atas, kadang di bawah. Dan setelah kesulitan pasti ada kemudahan, bersama kemudahan itu juga ada kesulitan.”

Masalah besarku di atas menjadi terlihat pelik, dan aku menyerah, capek, gak tau harus berbuat apa lagi. Tapi hey! Masalah besar itulah yang memanusiakan kita. Mendewasakan kita. Memberikan kita pengalaman. Pengalaman adalah mengenai bagaimana menghadapi, menjalani, dan mengatasinya. Itulah definisi pengalaman. Masalah sebagai ujian dan tempaan dari Yang Maha Kuasa, antara Dia sedang “mendetoks” diri kita dari dosa atau menaikkan derajat kita di hadapanNYA. Aku coba hujamkan itu dalam-dalam, walau sulit, dan harus sering dilakukan.

Masalah memberiku waktu sejenak untuk sendiri. Benar-benar sendiri. Sampai akhirnya aku menangkap diriku sendiri menangis. Ya! Aku menangis, tidak sebentar memang, tapi setidaknya itu bisa membuatku lebih siap untuk menghadapi esok hari dengan lebih tegar. Jangan terlalu menyalahkan diri sendiri, menangis karena capek.

Emosiku cenderung naik turun, kadang terlalu sanguinis, kadang jadi melodramatik. Saat itulah aku mengharapkan penerimaan dari orang lain atas kondisiku saat ini. Akan tetapi, aku selalu ingin terlihat baik-baik saja. Sekarang aku lelah memegang “topeng” ini. So? Bodo amat dengan apa pandangan kamu. Aku sedang memanusiakan diri. Aku sedang tidak ingin bertoleransi dengan hal-hal yang tidak aku inginkan. Termasuk sikap dia akhir-akhir ini yang aku bilang menyebalkan. Begitulah tampaknya manusia, terlihat sangat baik dan hangat ketika ada “kepentingan” di dalamnya. Membiarkannya masuk melalui celah yang sempat terbuka, dan membodoh-bodohi aku saat ini dengan kedewasaannya. Tampaknya aku terlalu lugu dan bodoh. Mungkin aku tidak sesuai dengan ekspektasinya. Well, maaf mengecewakan dan membosankanmu dengan uneg2 yang sering aku sampaikan. Sepertinya kau tidak mengerti aku. Sepertinya aku terlalu rumit untuk kamu.

Kekesalanku memuncak dan meradang. Akhirnya aku kembali sendiri, kembali membaca buku-buku yang mampu membangkitkan semangatku. Mitch Albom, Paulo Coelho, beberapa jurnal sains, dan Noble Qur’an.

Ternyata aku memang selalu merasa sendiri. Hidup adalah tentang orang-orang yang pergi.

Ada apa dengan aku akhir-akhir ini? | Mencoba memanusiakan diri dan menerima.

Dan aku ingin berbicara tentang dunia…

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Joyfully Journey

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.